Friday, 1 December 2017

Tantangan Hari Kedua

bismillah
Setelah kemarin belajar minum, hari ini saya coba berikan snack untuk Faqeeha. Belajar makan sendiri.
Menunya pisang bertabur keju cheedar.

Saya potong-potong pisang seukuran genggaman jemarinya, keju tidak diparut, tapi di"preteli" pakai tangan, soalnya beli yang sudah dipotong tipis-tipis.
Setiap satu gigit, ia sodorkan ke saya. Ummi ikut makan deh, hihi. Baik kali Faqeeha.....๐Ÿ˜™๐Ÿ˜š
Awalnya tidak ada kesulitan saat Faqeeha pegang. Tapi ketika sudah satu gigitan, pisang di jemarinya makin kecil, ia kesulitan pegang lalu jatuh deh snacknya. Akhirnya, pada potongan selanjutnya, ia tidak lagi gigit pisangnya, tapi langsung dimasukkan satu potongan besar ke julutnya. Xixixixi
Cerdas ya... berarti lain waktu Ummi akan potong pisangnya ukuran sekali telan๐Ÿ˜€



#Harike2
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

BELAJAR MINUM

bismillah
Masuk tantangan kemandirian. Setelah baca materi, berasa tersadar lagi, inilah saatnya melatih kemandirian Faqeeha.
Saya sudah membiasakan Faqeeha untuk makan dengan duduk. Alhamdulillah, setiap kali disuap, saya bilang "ijlisi.." langsung Faqeeha duduk. Ini juga tertolong dengan adanya high chair. Faqeeha bisa betah makan sampai habis kalau duduk di baby chair ini.

Nah, sekarang saatnya berlatih makan dan minum sendiri. Namun karena makannya masih bubur, dan saya tidak memakai konsep BLW, jadi saya latih untuk minum saja dahulu.
Pertama, siapkan high cair di dapur. Supaya tidak mengotori karpet. *hihi. Di samping itu, memberinya suasana baru, sekaligus belajar mencium aroma dapur ☺

Sembari saya memasak, Faqeeha bisa minum sendiri, menggunakan kedua tangannya. Alhamdulillah.
Sengaja saya beri sedikit air dalam gelas minumnya, karena sesuai prediksi saya, pada akhirnya ia main air yang tumpah di meja high chair ๐Ÿ˜‚

Smakin mandiri ya, sayang ๐Ÿ˜™
#Harike1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Friday, 24 November 2017

Aliran Rasa Komunikasi Produktif

bismillah

Menyatukan dua jalan yang berbeda, adalah tantangan yang besar buat saya. Jalan antara saya dan suami; jalan pikiran!
Iya, diawal pernikahan yang paling hot (semua juga pastinya begitu kan..)
Namun lama kelamaan, akhirnya kami saling memahami. Dan itu tidak terjadi begitu saja. Maksud saya, hal itu tidak "berjalan seiring waktu berlalu" begitu saja. Tapi dengan adanya pola pikir yang telah kami bangun sebelumnya, bahwa setiap dari kami memiliki pola pikir berbeda. Sehingga dengan seiring waktu, ada semacam pembagian tugas dan penyerahan kepercayaan antara kami. Suami memimpin daerah mana saja, saya bagian mana saja. Sehingga ketika terjadi clash, pihak yang tidak berkuasa akan mengalah, kemudian secara sadar mempercayakan persoalan pada yang "berkuasa".

Lalu datanglah game level 1 dari kelas bunsay. Temanya komunikasi produktif. Cocok!!
Karena, antara saya dan suami sudah lumayan gemulai membuat arus (uhuk!), maka saatnya membangun komunikasi produktif dengan anak tercintah. Seandainya saya masih memiliki pola pikir yang dulu... di mana saya ingin anak itu: nggak rewel, harus rapi, harus sopan de el el. Maka mungkin hari ini saya akan stress sendiri. Hehe
Namun karena sedikit demi sedikit saya mulai tahu apa itu "rasa ingin tahu" anak, maka semua menjadi terasa ringan. Ketika anak buang-buang mainan, yah nggak perlu saya protes. Biar saja diambilnya sendiri, sekalian belajar memecahkan masalahnya sendiri. Wihihi kecuali kalau sudah ke tahap membahayakan diri atau menabrak norma, nah barulah umminya ini melarang, lalu tawarkan solusi lain.

Saya harap pola komunikasi seperti ini menjadi hal yang bermanfaat besar bagi keluarga. Juga saya mampu istiqomah melaksanakannya. Mengingat umur putri saya masih 1 tahun. Semoga ke depan masih dan semakin semangat berkomunikasi produktif dengan keluarga. Dan tak lupa, terima kasih IIP!

 

Friday, 10 November 2017

bismillah
Bakda shubuh, saya tilawah.
Biasanya kalau Faqeeha sudah bangun, saya pangku dia. Saya ajak tilawah berdua. Meski awalnya dia suka meraih dan membuka2 alquran, namun kalau ia berusaha menyobek halaman, segera saya cegah.
Eh, tiba2 shubuh ini saat saya tilawah, dia tiba2 bangun dan langsung masuk pangkuan saya. Lalu menunjuk2 ayat dan baris dalam alquran, tanpa berusaha menyobeknya. Alhamdulillah๐Ÿ˜

#hari10
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Wednesday, 8 November 2017

hari 8

bismillah
Tengah bertamu ke rumah kawan.
Faqeeha lihat hp, lalu meraihnya.
Saya bilang, "Eit, bukan punya Faqeeha. Simpan ya..." sambil saya ambil hp dari tangannya perlahan.
Lalu alihkan dengan hal lain, "ih, cantik piring ni..."
Alhamdulillah sukses. Nggak tantrum. He

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sunday, 5 November 2017

bismillah

Hari ini pergi urus visa. Alhamdulillah di konsuler ada sofa, lebih bisa suapin faqeeha dengan leluasa.
Buka2 tas, olala! Sendok, garpu dan box peralatan hilang. Spertinya tertinggal di bus. Belum lagi lihat kakinya, sepatu udah tinggal satu. Sedih dan kesal gitu rasanya. Box kesayangan dan sepatunya melayang. (Tarik napas, dinginkan kepala, istighfar dalam hati, buang dan...lepaskan!)
Ya sudahlah, sudah bukan rejeki lagi. ๐Ÿ˜Š
Alhamdulillah bisa pinjam sendok di konsuler. Biasa saya arahkan faqeeha untuk duduk kalau makan. "Ijlisi ya habibty..." e.. nurut!
Sesekali ia bangkit berdiri, saya arahkan nggak mempan, kmudian saya dudukkan. Yang penting satu, harus dengan kelembutan.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Friday, 3 November 2017

bismillah

Hari ini saya terapkan soal pujian. Biasanya saya hanya puji Faqeeha, sholihah, cantik (haha emak2 sayang anak mah gini ya).
Kali ini saya mulai belajar menyebut serta, sebab kenapa saya memuji. Misalnya, "syukran, anak sholihah udah suapin ummi ๐Ÿ˜˜"
Entah kenapa selama 3 hari game level ini saya terapkan, suasana hati mood selalu. Saya 24 jam selalu bersama Faqeeha, usianya masih -hampir- 1 tahun. Nggak banyak nangis dan nggak banyak rewel, alhamdulillah. Jadi Ummi ikut selalu ceria bersamanya. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip